Pemandu Perjalanan

Hidup kita adalah sebuah perjalanan yang membawa kita ke puncak keberhasilan dan juga di lembah keputus-asaan. Jika belum pernah alami keduanya, akan sulit bagi kita untuk menghargai segala sesuatunya dengan baik. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita sahabat untuk menemani di sepanjang perjalanan hidup ini. Kita bisa 'berbagi hati' di saat kemenangan dan juga disaat alami kekalahan. Dan Yesus Kristus adalah 'sahabat sejati', pemandu perjalanan menuju ke tujuan yang terakhir. Dia membuat kita layak melangkah di sepanjang perjalanan yg megah ini.

Senin, 30 Agustus 2010

Menertawakan

Bacaan: Mazmur 35:1-28

"Saksi-saksi jahat bangkit melawan aku,dan menuduh aku melakukan hal-hal yg tidak kuketahui. Kebaikanku mereka balas dgn kejahatan; aku tenggelam dalam keputusasaan. Waktu mereka sakit, aku sedih dan tidak makan; aku berdoa dgn menundukkan kepala, seperti mendoakan seorang saudara atau seorang sahabat karib. Aku tunduk menangisi mereka, seolah aku berkabung untuk ibuku sendiri. Tetapi waktu aku susah, mereka senang, dan berkerumun melawan aku. Mereka berjalan terpincang-pincang untuk menghina aku. Mereka terus mengolok-olok seorang lumpuh, dan memandang aku dgn benci. Sampai kapan, ya TUHAN, sampai kapan Engkau hanya memandang saja? Selamatkanlah aku dari serangan mereka, luputkanlah nyawaku dari singa-singa itu." (Mzm. 35:11-15, BIS)

Pernahkah kita merasa bahwa hidup ini terlalu sesak? Seperti saat kita memakai sepatu yg kekecilan? Banyak komitmen, janji-janji yg kita buat dan itu memang kita sendiri yg memutuskannya. Karena terlalu banyak janji, komitmen itu kita tidak bisa tidur, di tengah malam sering terbangun hanya untuk memikirkan apa yg harus diperbuat esok hari. Jika kita sudah mengalami cara hidup seperti itu, mungkin setiap hari kita akan selalu bertemu dgn ketakutan, kekawatiran dan sepaket rasa putus-asa lainnya.

Jadi semuanya itu bukan salah orang lain, lalu kita jadi sibuk mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain yg memberikan berbagai pilihan yg di dalam hidup kita. Kita tentu tidak akan menyebut banyak pilihan jika kita sudah memutuskan sesuatu. Tentu kita tidak ingin kembali ke fase pilihan, jika kita sudah berjalan di fase keputusan yg sudah kita ambil. Ini salah satu yg membuat pola pikir kita sering terbalik-balik.

Jangan memusingkan hal-hal kecil yg bukan bagian kita. Jika kita sudah memutuskan, biarkan Tuhan Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kita hanya perlu terus menerus rendah hati utk percaya hingga kita bisa tertawa lega melihat campur tangan Tuhan di setiap masalah kita.

"Semoga orang yg ingin melihat aku dibenarkan bersorak dan bergembira. Semoga mereka berulang-ulang berkata, "Sungguh agunglah TUHAN! Ia menginginkan keselamatan hamba-Nya! Maka aku akan mewartakan keadilan-Mu, dan memuji Engkau sepanjang hari." (Mzm.35:27-28, BIS)

Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 24 Agustus 2010

Ketika Sedang Bingung

''Aku menyangka dalam kebingunganku: ''Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.'' Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.'' (Mazmur 31:23)

Di Amerika ada seorang pengusaha kaya divonis oleh dokter kalau umurnya hanya tinggal 3 bulan karena ia terserang kanker ganas. Pengusaha itu pun teringat dengan kekayaannya yang banyak. Dalam kebingungannya ia bertanya pada Tuhan, ''Tuhan apa yang harus aku lakukan?'' Dengan bisikan lembut dari dalam hati Tuhan menjawab, ''Berikan kekayaanmu untuk membiayai pekabaran injil di negara ini'' Si pengusaha langsung menyerahkan 99% hartanya untuk pekerjaan Tuhan, dan 1% lagi untuk membiayai pemakamannya nanti. Setelah 3 bulan mujizat terjadi! Pengusaha itu masih hidup bahkan Tuhan menambahkan umurnya.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ada kalanya pikiran kita menjadi buntu dan kusut karena beban pekerjaan yang meningkat setiap harinya. Di saat seperti itu, kita pun jadi tidak tahu harus melakukan apa. Ya, kita bingung. Kita tidak tahu bagaimana melangkah dan harus mengambil keputusan seperti apa. Bila kita dalam situasi seperti itu, ada baiknya kita bertukar pikiran dengan pasangan, orang tua, sahabat, hamba-Nya atau rekan kerja di kantor. Namun hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah bertanya kepada Tuhan. Ambillah waktu sejenak, tenangkan diri, dan berdoalah. Mintalah pimpinan Roh Kudus untuk menuntun langkah kita.

Agustinus seorang bijak memberi pesan, ''Lakukan apa yang dapat kita lakukan, dan berdoalah apa yang tidak dapat kita lakukan.'' Percayalah di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar yang pasti bagi kebingungan kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Sepuluh Persen

''Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.'' (2 Korintus 8:3)

Bayangkan ada dua orang sama-sama memiliki uang, masing-masing sebesar 10 juta dan 100 juta. Lalu, keduanya sama-sama harus menyerahkan uang sebesar 1 juta. Siapa yang akan lebih merasa keberatan? Tentu kita setuju jika orang yang memiliki 10 juta itulah yang akan lebih merasa keberatan. Bahkan jika kondisinya kini ada dua orang. Orang pertama punya uang sebanyak 12 juta dan dimintai 1 juta sedangkan yang kedua memiliki uang 1 juta dan dimintai 100 ribu saja. Tetap saja, orang kedua yang hanya memiliki 1 juta itu yang lebih merasa keberatan.

Di banyak situasi, hal ini juga sering terjadi. Banyak orang tidak bisa mencapai kualitas maksimal saat melakukan sesuatu hanya karena mereka tidak setia dalam sepuluh persen ini. Lebih sulit memasak nasi goreng atau membuat kue tart? Tapi, membuat nasi goreng kualitas restoran seringkali lebih sulit dari membuat kue tart biasa. Memberi senyum hangat, sapaan, dan ucapan terima kasih seringkali lebih sulit daripada memberikan potongan harga. Atau, buat apa harus mengangkat telepon setelah dering pertama, bukankah yang penting kita bisa menjawab komplain pelanggan yang menelepon tadi? Buat apa membuat brosur dengan desain menarik, bukankah yang penting pesannya tersampaikan? Ya, semua hal di atas kadarnya mungkin hanya sepuluh persen dari keseluruhan proses. Tapi seringkali untuk melakukan yang sepuluh persen itu, rasanya berlipat-lipat kali sulitnya.

Apakah sepuluh persen itu tidak penting? Tentu tidak! Justru sepuluh persen itu yang seringkali menjadi kunci untuk memberikan layanan yang spesial. Mungkin, itu sebabnya, Tuhan bahkan tidak minta umat-Nya mempersembahkan seluruh harta mereka ke rumah Tuhan, tapi cukup sepersepuluh saja ''Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan'' (Maleakhi 3:10).
Faktanya, itu seringkali lebih sulit daripada jika kita diminta memberikan semua yang kita punya. Apakah kita heran mengapa pelanggan lebih suka membeli dari kompetitir, meski kualitas produk dan harganya sama dengan perusahaan kita? Mungkin karena ada sepuluh persen yang masih belum kita kerjakan dengan setia. Sepuluh persen itu mungkin berupa hal-hal simpel, tapi karena tidak kita lakukan maka pengaruhnya bisa besar.

Ketika banyak orang merasa hal itu tidak perlu dilakukan, seringkali itulah yang justru dibutuhkan

Tuhan Yesus Memberkati...

Kesungguhan Hati

''Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.'' (2 Tawarikh 16:9a)

Tahun 1947, Enrico Fermi seorang profesor peraih Nobel Fisika di University of Chicago dijadwalkan mengajar satu kuliah ilmu fisika. Waktu itu, ia tinggal di Wisconsin dan sedang mengerjakan satu riset penting. Ia berencana datang ke kelas 2 kali seminggu walaupun cuaca musim dingin sangat buruk. Tapi apa yang terjadi? Ternyata yang mendaftar kelas itu hanya 2 mahasiswa asal Tiongkok. Orang-orang berpikir profesor itu akan membatalkan kelasnya karena bagi orang sekaliber dirinya, mengajar 2 orang tentu hanya buang waktu. Tapi, di luar dugaan, demi kedua muridnya itu, ia mau tetap mengajar meski harus mengemudi sejauh 100 mil pulang pergi melalui jalan yang licin dan berliku di musim dingin. Murid-muridnya juga belajar dengan giat. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1957, kedua muridnya yang bernama Lee Tsung Dao dan Yang Chen Ning itu mengikuti jejak Fermi memenangkan hadiah Nobel dalam bidang fisika.

Apapun yang kita tabur hari ini, kelak kita pasti menuainya di kemudian hari. Bagaimana cara kita melakukan pekerjaan hari ini, kelak kita pun akan menuai hasilnya di kemudian hari. Menanam benih yang baik, menuai hasil yang baik pula. Menanam sebuah benih kesungguhan hati, suatu hari kelak kita akan menuai hasil yang terbaik juga.

Kesungguhan hati berarti kita akan melakukan apapun dengan sungguh-sungguh dan cara terbaik tanpa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi. Hanya saja, kerap kali kualitas kerja kita dipengaruhi oleh hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Kita baru serius ketika ada atasan yang memperhatikan. KIta baru sungguh-sungguh jika upahnya sesuai. KIta baru sungguh-sungguh jika kondisinya menyenangkan bagi kita. Tapi, bagaimana jika kondisinya berbeda? Banyak orang lalu bekerja tidak dengan sepenuh hati. Padahal, sekalipun kita tidak mendapatkan hasil pekerjaan kita hari ini, percayalah bahwa pekerjaan yang kita lakukan dengan kesungguhan hati hari ini akan tetap bertumbuh. Tuhan selalu memperhitungkan kesetiaan dan kesungguhan hati kita dalam bekerja, Suatu hari kelak, kita pasti menuai buah dari kesungguhan hati kita.

Bekerjalah dengan kesungguhan hati, baik atau tidak baik situasinya

Tuhan Yesus Memberkati

Kelelahan Kita, Rahasia dan Jawaban-Nya

"Ingatlah, pada Hari Kiamat, orang Sodom akan lebih mudah diampuni Allah daripada kalian!" Pada waktu itu Yesus berdoa, "Bapa, Tuhan yang menguasai langit dan bumi! Aku mengucap terima kasih kepada-Mu karena semuanya itu Engkau rahasiakan dari orang-orang yang pandai dan berilmu, tetapi Engkau tunjukkan kepada orang-orang yang tidak terpelajar. Itulah yang menyenangkan hati Bapa." (Matius 11:24-27, BIS)

Banyak masalah di dunia ini yg membuat kita frustasi dan merasa lelah menjalani hidup ini. Mungkin, semakin kita berupaya keras menjalani hidup ini, sepertinya hanya kelelahan yg penuh kesia-siaan saja yg kita dapatkan. Jika kita sudah mengalami kelelahan dan kebingungan di dalam perjalanan hidup ini, langkah pertama yg harus kita lakukan adalah "datang kpd Tuhan Yesus dan bersikap jujur pada-Nya". Akui jika kita memiliki sesuatu yg kita rahasiakan, yg belum pernah diceritakan pada-Nya. Meski Dia sudah tahu apa yg kita rahasiakan, Dia akan tetap menunggu kita mengakui lalu memohon agar Tuhan Yesus membantu bekerja menangani masalah kita. Karena Yesus mengatakan hanya Dia satu-satunya solusi bagi kelelahan jiwa kita di dalam hidup ini.

"Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. Karena perintah-perintah-Ku menyenangkan, dan beban yang Kutanggungkan atasmu ringan." (Matius 11:28-30, BIS)

Mari kita sama-sama datang kpd-Nya dan mengakui rahasia di hidup kita hingga sekecil-kecilnya. Nantikan sejenak, kita akan dapatkan suasana sukacita, damai sejahtera Allah, yg meluap dari dalam diri kita. Lalu perhatikan orang-orang di sekeliling kita pun akan ikut merasakan sukacita dan damai sejahtera yg terpancar dari diri kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Bersikap Seperti Yesus Kristus.

Apakah benar bahwa orang Kristen saling menghibur? Apakah kasih orang Kristen cukup besar untuk menolong sesamanya? Apakah persaudaraan orang Kristen di dalam Tuhan Allah dan Roh yg sama kita miliki, mempunyai arti bagi sesama manusia? Apakah orang Kristen berhati lembut dan menaruh belas kasihan? Jika demikian halnya, layanilah hati sesama manusia dgn saling mengasihi dan hidup rukun serta bekerja sama dengan satu hati, satu pikiran, dan satu tujuan.

Kita tidak mungkin bisa berbuat seperti apa yg Tuhan lakukan kpd umat-umat-Nya. Namun Tuhan Yesus menunjukkan arti penting sebuah sikap di dalam menjalani tujuan hidup sebagai orang Kristen. Dan kita anak-anak-Nya yg mengasihi Tuhan Yesus bisa memiliki dikap seperti-Nya.

"Jangan mementingkan diri sendiri; jangan hidup sekadar untuk memberi kesan baik kepada orang lain. Hendaklah rendah hati dgn menganggap orang lain lebih baik daripada Saudara sendiri. Jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, tetapi perhatikanlah juga kepentingan orang lain. Hendaklah Saudara bersikap seperti Yesus Kristus, yang tidak menuntut dan tidak tetap berpegang kepada hak-hak-Nya sebagai Allah, meskipun sebenarnya Dia Allah. (Filipi 2:3-6,FAYH)

Tuhan Yesus Memberkati.

Harta Di Dalam Tubuh

Harta terang dan kuasa ada di dalam tubuh kita.

Fakta yg sangat sederhana pada diri kita adalah:
Tuhan Allah telah meletakkan harta-mutiara di dalam diri kita. Dia membuat bait-Nya di tubuh kita. Sebuah ruangan khusus, tempat Roh Allah tinggal di dalamnya. Tugas dan tanggung jawab kita adalah mempertahankan keutuhan bait itu. Diperlukan pemeliharaan hubungan dan pekerjaan secara teratur di dalam tenang, penguasaan diri dan setiap doa, agar Roh Allah tetap terus tinggal di dalam ruang jiwa kita. Jika kita ceroboh dan menyia-nyiakan dgn mengabaikan hubungan diri kita dgn Roh Allah, sama halnya kita sedang mengusir-Nya dari bait-Nya di tubuh kita. Tindakan yg menyakitkan hati-Nya itu hanya akan berakhir pada kehancuran di dalam setiap langkah kita. Dan pada saat itu iblis akan sangat leluasa menguasai ruangan khusus di dalam diri kita.

"Tetapi harta yg berharga ini, yaitu terang dan kuasa yg sekarang bercahaya di dalam diri kami, seolah-olah tersimpan di dalam wadah yg rapuh, yaitu tubuh kami yg lemah. Semua orang dapat melihat, bahwa kuasa yg penuh kemuliaan di dalam kami pasti berasal dari Allah dan bukan milik kami sendiri. Dari segala penjuru kami ditimpa oleh kesulitan, tetapi kami tidak hancur luluh. Kami bingung, karena kami tidak tahu mengapa hal-hal itu terjadi, tetapi kami tidak putus asa atau menyerah. Kami dikejar-kejar, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan kami. Kami dihempaskan, tetapi kami bangun lagi dan terus maju." (2 Kor. 4 :7-9, FAYH).

Dengan iman kpd-Nya, kita menahan setiap ujian dan percobaan dari iblis. Hanya dgn percaya sepenuhnya kpd Tuhan Yesus dan tidak membatasi Dia. Karena hanya Dia yg memampukan kita menjadi kuat. Hanya Dia yg dapat membantu kita menjadi berkat, terang bercahaya bagi orang lain dan menyatakan kpd dunia ini bahwa kuasa yg penuh kemuliaan di dalam kita adalah berasal dari Tuhan Allah.

"Jadi, kami tidak memperhatikan apa yg kami lihat sekarang, yaitu segala kesulitan di sekeliling kami, tetapi kami mengharapkan kesukaan di surga yg belum kami lihat. Kesulitan-kesulitan akan segera berlalu, tetapi kesukaan yg akan datang kekal untuk selama-lamanya." (2 Kor. 4:18, FAYH)

Tuhan Yesus Memberkati.

Kamis, 05 Agustus 2010

Cukup

"Ia sendiri telah mengalami penderitaan dan cobaan. Karena itu, Ia dapat merasakan penderitaan dan cobaan yang menimpa kita dan Ia benar-benar sanggup menolong kita." (Ibrani 2:18,FAYH)

Yesus cukup marah dan membersihkan, ketika Bait Allah dikotori seperti pasar.
Yesus cukup lapar hingga makan biji-bijian mentah,
Yesus cukup bingung hingga Ia pun menangis di depan umum,
Yesus cukup menyenangkan hingga menarik perhatian anak-anak
Yesus cukup radikal hingga Ia ditendang keluar dari kota,
Yesus cukup bertanggung jawab untuk merawat ibu-Nya,
Yesus cukup tergoda untuk tahu pekerjaan-pekerjaan iblis,
dan Yesus cukup takut hingga Ia berkeringat bercampur darah.

Tuhan Yesus Memberkati.

"Think Different"

'Sebab: ''Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?'' Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.' (1 Korintus 2:16)

Siapa tak kenal bos Apple Computer, Steve Jobs? Nama dan kiprahnya dikenal luas sebagai jaminan kualitas di dunia IT. Para karyawannya pun mengenal Steve sebagai sosok perfeksionis yang tidak akan membolehkan proyek dihentikan sebelum sesuai standar yang diharapkannya. Soal filosofi, Jobs pernah berucap, ''Setiap pagi saya selalu menatap cermin dan berkata, 'Kalau hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, apa yang akan saya lakukan?' Dengan begitu, saya tak akan takut gagal, malu, atau rugi, dan berani mengambil keputusan besar dan riskan.''

Selain itu Steve juga merupakan sosok yang selalu tampil beda. Ia berpikir berbeda, menerapkan sesuatu dengan cara yang berbeda, dan selalu berusaha memberi arti berbeda bagi lingkungannya. Tak heran jika slogan Apple Corp. yang dipimpinnya juga merefleksikan visi sang pemimpin: ''Think Different.'' Pengalaman hidup Steve yang bahkan pernah terpuruk gara-gara idealismenya itu justru menempanya menjadi orang yang harus selalu mencoba sesuatu atau cara yang berbeda dari sebelumnya. Filosofi 'tampil beda' mendorong teknologi Apple, ipod dan ipad sebagai piranti dengan teknologi terdepan.

Dunia selalu berubah, bila kita selalu memakai cara-cara 'kemarin' tentu saja kita akan tertinggal oleh kompetitor kita. George Bernard Shaw pernah berkata, ''Kemajuan mustahil tanpa perubahan, dan mereka yang tidak bisa mengubah pikiran mereka tidak bisa mengubah apa pun.'' Ya, kita para karyawan bisa berganti-ganti keluar masuk ke berbagai perusahaan atau bahkan berganti profesi. Kita, para usahawan bisa mencoba berbagai bisnis. Kita para pengusaha bahkan bisa mengganti brand atau kemasan kita. Semua itu boleh saja. Tapi, pastikan dulu pola pikir dan tindakan kita berbeda dari sebelumnya. Bisa jadi hal pertama yang harus kita perbaharui dulu adalah pola pikir dan cara pandang kita. Dengan demikian, pada akhirnya kita pun akan mendapatkan hasil yang berbeda pula.

Tuhan Yesus Memberkati.

Iman yang Melihat

"Karena beriman, maka Abraham bisa mendapat keturunan dari Sara, sekalipun Abraham sudah terlalu tua, dan Sara sendiri mandul. Abraham yakin bahwa Allah akan menepati janji-Nya." (Ibrani 11:11, BIS)

Mata melihat singa berkeliaran. Iman melihat malaikat mengelilingi Daniel.

Mata melihat badai. Iman melihat pelangi di atas bahtera Nuh.

Mata kita melihat kesalahan kita. Iman kita melihat Juruselamat kita.

Mata kita melihat kesalahan kita. Iman kita melihat darah-Nya.

Iman adalah mempercayai apa yang mata kita tidak bisa melihat.

Tuhan Yesus Memberkati.

Jadi Berkat

Jika pada hari ini kita memang mempunyai sifat seorang pemberi, disaat bangun setiap pagi kita akan berkata, "Aku diciptakan untuk menjadi berkat!"
Bila kita menghormati Allah dan menempatkan Dia setiap paginya, menjadi yang pertama dalam mengawali hidup kita, Allah akan menghargai dan merespon perjalanan hidup kita.

"Orang yang suka menolong orang lain dengan hartanya mungkin saja bertambah kaya. Tetapi orang kikir mungkin kehilangan segala-galanya. Ya, orang yang murah hati akan menjadi kaya! Dengan menyirami orang lain, ia menyirami diri sendiri." (Amsal 11:24-25, FAYH).

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 04 Agustus 2010

Ayah yang Nggak Jaim

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Yohanes 1:12)”

Hubungan yang erat antara ayah dan anak sangat sedap dipandang mata. Ketika melihatnya bermain bersamanya, tertawa bersama dan bercanda bersama. Ayah yang selama ini terkenal “super sibuk” karena tugasnya sebagai pencari nafkah dan kepala keluarga mau meluangkan waktu untuk bermain dengan buah hatinya. Sungguh merupakan pemandangan yang luar biasa. Menurut penelitian, anak yang dekat dengan sang ayah akan menjadi anak yang lebih cerdas jika dibandingkan dengan anak yang hanya dekat dengan ibunya. Ini dikarenakan sifat lelaki yang selalu suka berinovasi dan menggunakan akal pikirannya dalam melakukan segala sesuatu membuat anak juga melakukan hal yang sama, terbiasa berpikir, menyukai tantangan dan hal-hal yang baru sehingga membentuk kecerdasan pada anak.

Fakta lain yang lebih mengejutkan bahwa ternyata anak-anak sangat tidak menyukai ayah yang suka jaim (jaga image). Mereka lebih suka bila mempunyai ayah seperti contoh; Aming atau Ivan Gunawan yang suka bercanda dan tidak jaim. Mereka sangat tidak suka bila ayahnya berlaku jaim karena tidak mau diajak bermain bersama, tidak suka bercanda, dan tak pernah mengajaknya “berpetualang”. Ayah yang jaim juga tak suka mengucapkan “Papa sayang kamu, Nak.” Padahal kata-kata itu penting bagi anak untuk dapat mengerti bahwa walaupun ayah sedang sibuk ia tak kekurangan kasih sayang ayahnya.

Seperti halnya hubungan Kristus dan jemaat-Nya. Terjalin erat dan mesra sekali. Allah juga sering menyatakan kasih-Nya pada kita.
Hubungan yang erat antara ayah dan anak seperti hubungan kita dengan Allah Bapa kita. Tuhan tak pernah jaim, nyata benar saat Kristus turun ke dunia. Bayangkan, Dia yang Maha Kuasa, Maha Hebat, dan Perkasa mau turun ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia. Contoh nyata seorang ayah yang tak jaim! Sudahkah sang suami mengambil peranan sebagai ayah yang tidak jaim bagi anak-anaknya? Sebagai Ibu tentunya bisa mendukung sang suami agar dapat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak-anak, Jangan jauhkan anak-anak dari sang ayah atau memakai nama ayah untuk menakut-nakuti atau mengancam.(t)

Tuhan kita bukan “sang ayah” yang jaim.

Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 03 Agustus 2010

Menyerahkan Kendali

''Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita! (Mazmur 48:15)

Diceritakan ada seorang gadis kecil yang ayahnya berprofesi sebagai seorang pilot pesawat. Ketika mereka melintasi lautan Atlantik tiba-tiba datanglah badai. mengetahui cuaca sekitar buruk, awak pesawat pun membangunkan gadis kecil itu dan menyuruhnya mengenakan sabuk pengaman. Gadis kecil tersebut akhirnya terbangun dan membuka matanya. Saat ia melihat kilatan petir di sekeliling pesawat, bertanyalah ia kepada awak kapal yang membangunkannya, ''Apakah Ayah memegang kendali?'' Awak pesawat menjawab, ''Ya, ayahmu ada di ruang kokpit.'' Begitu mendengar jawaban tersebut, gadis kecil itu tersenyum, menutup matanya, dan kembali tidur.

Allah memegang kendali atas hidup kita, namun Dia memberi kita kebebasan untuk menjadi pilot atas diri kita sendiri seperti yang kita inginkan. Masalahnya sekarang adalah waktu kita memgang kendali atas diri kita sendiri, kita sering menabrak sesuatu, seperti halnya seorang pilot yang belum diajarkan cara menerbang, tetapi diberi tanggung jawab memegang kendali pesawat terbang.

Allah mengenal kita, Dia mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan kita, dan Dia tahu yang terbaik buat kita. Jika kita bersedia menyerahkan kendali hidup kita kepada-Nya, Dia akan membawa kita ke tempat yang telah dijanjikan-Nya dengan keadaan selamat. Kita akan merasakan ketenangan di dalam dunia ini bila Tuhan Yesus lah yang menjadi pengendali kehidupan kita.

Tuhan Yesus Memberkati.