Pemandu Perjalanan

Hidup kita adalah sebuah perjalanan yang membawa kita ke puncak keberhasilan dan juga di lembah keputus-asaan. Jika belum pernah alami keduanya, akan sulit bagi kita untuk menghargai segala sesuatunya dengan baik. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita sahabat untuk menemani di sepanjang perjalanan hidup ini. Kita bisa 'berbagi hati' di saat kemenangan dan juga disaat alami kekalahan. Dan Yesus Kristus adalah 'sahabat sejati', pemandu perjalanan menuju ke tujuan yang terakhir. Dia membuat kita layak melangkah di sepanjang perjalanan yg megah ini.

Selasa, 29 Juni 2010

Bambu Cina

Bambu cina adalah tumbuhan yang sangat unik. Tumbuhan ini butuh waktu cukup lama sebelum bertunas dan tumbuh tinggi. Seseorang yang menanam bambu Cina harus bersabar sampai 5 tahun menyiram dan memupuk, walau tidak ada tanda-tanda pertumbuhan sama sekali. Ketika waktunya tiba, dalam waktu kurang dari dua bulan, Bambu Cina akan tumbuh menjulang sampai sekitar 27 meter! Secara ajaib, Allah menetapkan tumbuhan ini demikian rupa sehingga kita juga dapat belajar dari keajaibannya.

Terkadang ada beberapa orang dengan kondisi mirip bambu Cina ini. Kita mungkin sudah berdoa, berpuasa, bersaksi dan mendekatinya, tetapi seperti tidak ada hasilnya. Tapi, tetap tidak ada perubahan. Ia seperti mengalami pertumbuhan yang sangat lambat, bahkan hampir tidak bertumbuh. Bahkan, ia tetap jatuh ke dalam dosa dan kesalahan yang sama berulang kali.

Tapi, ingatlah Paulus yang berkata, ''Aku menanam, Apolos menyiram, Tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.'' (1 Korintus 3:6)

Ya, tugas kita sebagai manusia memang adalah menanam dan menyiram, tetapi mengenai pertumbuhan, itu adalah kehendak Allah saja. Pertumbuhan atau kapan seseorang berubah adalah bagian Allah. Jangan kita lalu mencoba melakukan bagian Allah, sebab tidak akan pernah bisa.

Oleh karena itu, mungkin saat ini kita sedang melayani seseorang yang seperti tidak pernah berubah, atau kita sedang memiliki permohonan doa yang seolah tidak pernah dijawab. Satu kata, jangan pernah putus asa. Tetaplah lakukan bagian kita dan biarkan Allah melakukan bagian-Nya. Saat kita mau tetap setia, maka Allah pasti tidak akan tinggal diam. Bila Allah sanggup melakukan pertumbuhan seperti yang terjadi pada bambu Cina, hal yang sama dapat dilakukannya untuk pergumulan doa kita juga. (RHSpirit)

Allah bekerja menurut waktu dan cara-Nya

Tuhan Yesus Memberkati

Senin, 28 Juni 2010

Terlalu Sering

Tina, seorang gadis yang baik hati satu kali ingin memberi kejutan pada Nenek Omi yang hidup sendiri. Ia datang membuat sebuah kue yang enak lalu membawanya ke rumah si Nenek. "Oh, buat Nenek? Puji Tuhan! Terima Kasih, Tina. Nenek sangat suka." kata Nenek Omi waktu menerima kue itu. Melihat Nenek Omi suka dengan kuenya, seminggu kemudian Tina kembali membawakan kue. "Terima Kasih, kamu baik sekali." jawabnya. Minggu selanjutnya, Tina membawakan kue yang sama. "Terima kasih", jawab Nenek singkat. Lebih dari seminggu, komentar Nenek kembali berbeda. "Tumben, kamu telat sehari", sahutnya. 
Minggu selanjutnya, Nenek Omi berkomentar, "Kuemu agak kemanisan. Nenek juga lebih suka rasa buah daripada coklat." Tapi minggu selanjutnya, Tina sangat sibuk sehingga ia tidak sempat membuat kue untuk Nenek Omi. Dan ketika ia berangkat kerja dan melewati rumah si Nenek, tiba-tiba Nenek Omi keluar dan berteriak, "Hei, Tina. Mana kue Nenek?"

Satu kutipan berkata,''Saat kita melihat berkat yang sama setiap hari, kita akan tidak memperhatikannya lagi. Ketika kita tidak lagi memperhatikan, kita berhenti menghargai. Ketika kita tidak menghargai, kita berhenti bersyukur. Ketika kita tidak bersyukur, kita mulai mengeluh."
Kadang kita bahkan menjadi seperti kisah Nenek Omi tadi. Kita menganggap berkat sebagai hak kita. Bangsa Israel pun bersikap demikian. Tiap hari melihat tiang awan dan tiang api, tiap hari makan manna, dan tiap hari bersama tokoh sekaliber Musa, menjadi bukan lagi hal luar biasa bagi mereka. Bahkan, yang terjadi makin lama mereka merasa manna itu hambar (Bilangan 21:5) dan Musa seorang yang otoriter (Bilangan 16:3).

Padahal, Tuhan tidak pernah memberi berkat yang sama, dalam artian yang sudah pernah kita terima sebelumnya. Rahmat dan berkat-Nya selalu baru tiap hari (lih.Rat. 3:23). Udara yang kita hirup selalu saja yang baru. Makanan dan minuman yang kita nikmati bukanlah yang sudah pernah masuk ke perut kita. Semuanya selalu baru! Jika hari-hari ini kita mulai sering mengeluh atau merasa hidup ini membosankan, semoga kita bisa hargai berkat-Nya dalam hidup kita. (RHSpirit)

Berkat TUHAN selalu baru dalam hidup kita, ucapan syukur kita harusnya juga demikian.

''Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23).

Tuhan Yesus Memberkati

Sabtu, 26 Juni 2010

Seandainya Saja...

Dua orang gelandangan sedang duduk mengobrol di sudut jalan. Gelandangan pertama berkata kepada temannya, ''Hidup ini memang susah. Tapi, seandainya saja saat ini aku punya uang satu juta, pasti hidupku bahagia.'' Ternyata, obrolan kedua gelandangan itu didengar seorang jutawan yang sedang kebetulan lewat. Jutawan itu berhenti dan bertanya, ''Maaf, saya dengar tadi Anda bilang hidup Anda akan bahagia jika Anda punya uang satu juta rupiaah?'' Tanyanya. '
'Benar sekali, Pak.'' Jawab gelandangan itu. '
'Oke, saya akan beri Anda satu juta rupiah. Semoga Anda berbahagia'' Jawab si jutawan murah hati itu sambil mengeluarkan dompetnya dan memberi seikat uang. 
Setelah sang jutawan pergi, apakah Anda bisa menebak apa yang akan dikatakan si gelandangan itu? dia berkata pada temannya, ''Wah, seandainya saja tadi aku bilang sepuluh juta!''

Nah, jika anda berhasil menebak dengan benar, jangan-jangan itu salah satu tanda anda juga sering berpikir demikian? Seandainya saja aku lahir di keluarga yang lebih bahagia. Seandainya saja aku tidak lahir di Indonesia. Seandainya saja aku punya kemampuan, kekayaan, popularitas dan kesempatan seperti dirinya. Seandainya saja...Seandainya saja...Apakah 'seandainya saja' ini menjadi kata favorit dalam menggambarkan kehidupan kita? Benjamin Franklin pernah berkata, ''Rasa cukup membuat orang miskin menjadi kaya, tapi rasa tidak cukup membuat orang kaya menjadi miskin.''

Rasa cukup tidak ditentukan oleh apa yang kita punya. Namun, rasa cukup itu hanya ditentukan oleh bagaimana sikap kita terhadap apa yang terjadi dan apa yang kita miliki. Bukan impian yang membuat kita bahagia. Tapi, rasa syukurlah yang menentukannya. Saat kita terus melihat tetangga sebagai saingan. Saat kita hanya melihat ke atas, hanya berkumpul dengan kelompok yang membuat kita tampak malang dan menderita atau saat kita hanya mengukur segalanya dari materi, kita tidak akan pernah bisa merasa cukup. Jadi, mulai hari ini, berhati-hatilah jika kata ''seandainya saja'' lebih sering kita ucapkan ataupun kita pikirkan ketimbang ucapan syukur. (RHSpirit)

Saat kita selalu berandai-andai, kita dapat lupa mengucap syukur


''Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.'' (Filipi 4:11)

Tuhan Yesus Memberkati

Kamis, 24 Juni 2010

Latihan Iman

Jerapah adalah satu di antara sekian satwa yang memiliki kebiasaan yang unik. Pada saat bayi jerapah lahir, maka bayi jerapah tersebut akan berusaha berdiri dengan posisi tegak dengan keempat kakinya. Untuk bisa berdiri baik jerapah tersebut akan melakukannya dengan susah payah. Ketika sudah bisa berdiri untuk beberapa waktu lamanya, tiba-tiba sang induk melakukan hal yang tidak lazim, yaitu menendang bayi jerapah tersebut hingga jatuh berguling-guling. Bayi jerapah tersebut harus segera bangun lagi. Ketika bangun dan berdiri lagi, maka si induk akan menendang lagi dan hal ini terjadi berulang-ulang. Bagaimana kalau si bayi jerapah tidak mau berdiri? Maka si induk tetap saja menendangnya hingga berdiri.

Meski terlihat kejam, tapi yang dilakukan induk tersebut adalah untuk kebaikan si bayi jerapah. Induk tersebut ingin anaknya melatih kekuatan kaki-kakinya dan ingat bagaimana caranya berdiri secepat mungkin. Seperti yang kita tahu, di hutan bayi jerapah harus mampu bangkit secepat mungkin untuk tetap berada dalam kawanan dan bisa segera menghindar ketika ada pemangsa mencoba menyergapnya.

Jangan pernah mengeluh ketika Tuhan sedang melatih iman kita. Berbagai macam masalah dan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Ketika kita berhasil mengatasi masalah, tak lama sesudah itu datang maslah lain menimpa kita. Yusuf pernah mengalami latihan iman seperti ini. Ketika dia dijual sebagai budak, dan ''kariernya'' sebagi budak di rumah Potifar sedang berada di puncak, Tuhan kembali mengizinkan tantangan yang baru terjadi dalam hidupnya, dia difitnah dan harus masuk penjara. Sepertinya Tuhan membiarkan Yusuf merangkak bangkit, tapi Dia kemudian ''menendang'' lagi, mirip seperti induk jerapah melatih anaknya. Hanya saja kita perlu tahu bahwa maksud dan tujuan Tuhan di balik semuanya itu adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua.

UNTUK MENGHASILKAN IMAN YANG KOKOH, TUHAN AKAN MELATIH IMAN KITA.

''Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.'' (1 Korintus 10:13)

Tuhan Yesus Memberkati

Selasa, 22 Juni 2010

Kemanakah Pandangan Anda?

Lord Northcliffe adalah pemimpin dari sebuah percetakan yang sangat besar di Inggris, yang antara lain mencetak koran terkenal The Daily Mail. Dalam tugasnya sehari-hari Lord Northcliffe selalu mempergunakan matanya untuk membaca berbagai jenis karya cetak yang harus dikerjakan di percetakan itu.

Pada suatu hari, ia merasakan ada suatu kelainan pada kedua belah matanya, dan hal ini makin lama makin memburuk saja. Maka ia lalu pergi ke seorang dokter spesialis mata, yang kemudian memeriksa matanya dengan teliti.

Setelah selesai memeriksa, dokter itu berkata: ''Tuan, kalau engkau meneruskan pekerjaanmu yang memerlukan ketelitian membaca, maka engkau akan menjadi buta. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan mata tuan ialah, pergi ke desa dan pakailah mata tuan itu untuk melihat jauh. Lihatlah gunung-gunung, pohon-pohon, dan hutan rimba yang hijau itu...pandanglah sepuas-puasnya...hal itu akan sangat menolong mata tuan yang tiap hari selalu dipakai untuk melihat dari jarak dekat.''

Sebagai anak Tuhan, sebagai warga Kerajaan Surga, kita sebenarnya juga harus menerima nasehat semacam ini. Karena, meskipun kita sudah lahir baru, sudah menjadi warga Kerajaan Surga, tetapi seringkali mata rohani kita hanya melihat hal-hal yang ada di dunia ini, hal-hal yang ada di dekat diri kita, contohnya: harta, takhta dan wanita. Akibatnya lama kelamaan mata rohani kita mengalami kebutaan, tidak bisa lagi membedakan yang baik dan yang jahat. Karena itu, untuk menyembuhkannya kita perlu sekali ''melihat jauh'' ,melihat hal-hal yang berada di dalam kekekalan, yaitu bahwa rumah kita yang di surga adalah jauh lebih indah daripada yang ada di dunia ini. Dan segala sesuatu yang berada di dalam kekekalan itu jauh lebih indah daripada yang berada di dunia fana ini.

Jadi jangan hanya memandang hal-hal di dunia ini yang ada di dekat diri kita, namun pandanglah ke dalam kekekalan yaitu ''Raja di atas segala raja'' beserta segala kemuliaan-Nya, supaya kita tidak mendapat malu, melainkan muka kita selalu berseri-seri.

''Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.'' (Mazmur 34:6)

Tuhan Yesus Memberkati

Sabtu, 19 Juni 2010

Sebab Tuhan Baik

"Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1: 11)

Ditengah keramaian, sesorang anak kecil terpeleset hingga terjatuh dan membuat kakinya patah sehingga ia tak dapat berdiri sendiri. Ia berteriak meminta pertolongan dari orang-orang yang lalu lalang didekatnya. Tak ada seorang pun menolongnya. Setelah lewat dari setengah jam, ada seorang supir taksi menghampirinya dan membantunya berdiri serta membawanya kerumah sakit. Tak adakah keperduliaan dihadapan kita semua? Benarkah kita hanya hidup untuk diri sendiri?

Kisah tentang orang Samaria yang baik hati ini memang sudah sering kita dengar juga kita baca. Mungkin kita sudah bosan dengan kisah ini karena terlalu sering dikhotbahkan digereja maupun persekutuan. Masalahnya, seberapa banyak kita telah menerapkannya dalam hidup kita sebagai anak-anak Tuhan? Orang Samaria ini bukanlah orang yang dianggap cukup rohani bahkan orang Samaria digolongkan sebagai orang kafir. Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan ini agar kita anak-anak Tuhan menyadari, jika mereka yang kafir saja tahu bagaimana harus berbuat baik, lalu mengapa anak-anak Tuhan tidak atau enggan berbuat baik?

Tuhan menginginkan kita perduli terhadap situasi di sekeliling kita. Tuhan tidak menghendaki kita menutup mata dan tidak perduli dengan situasi disekeliling kita. Tuhan Yesus mengecam orang Lewi dan imam yang tidak perduli pada keadaan orang yang sekarat itu. Surat Paulus Yohanes dengan tegas menyatakan, siapa yang berbuat baik, ia berasal dari Allah. Sedangkan siapa yang berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Kita memang tidak berbuat jahat secara fisik. Tetapi tidak perduli pada sesama, itu sama saja dengan tidak berbuat baik. Tuhan ingin kita berbuat baik karena Dia adalah Tuhan yang baik dan karena kita berasal dari Tuhan, maka sepatutnya kita pun berbuat baik.

Tuhan Yesus Memberkati.

 foto:groundworkopportunities.tumblr.com

Kamis, 17 Juni 2010

Lebih Dari Kaya

Seorang wanita tua satu kali menemukan sebuah batu permata ketika ia sedang berjalan. Ia lalu memungut dan menyimpan batu permata tersebut di dalam tasnya dan berjalan pulang, Tapi, di tengah perjalanan, ia bertemu seoang pria pengembara yang tampak kelelahan sedang duduk di atas sebuah batu. Wanita tua ini berhenti dan menawarkan sebotol air yang dibawanya. Saat sedang ditolong wanita itu, pria pengembara ini melihat di tas wanita tua itu batu permata sangat indah yang tadi ditemukannya. Pria ini bertanya, apakah ia boleh meminta batu itu. Di luar dugaan, si wanita tua memberikan begitu saja batu tersebut. Pria pengembara itupun bangkit dan melanjutkan perjalanan kembali. Ia begitu gembira membayangkan akan bisa mendapat banyak uang dari permata itu.

Namun, beberapa hari kemudian pria ini kembali ke tempat wanita tua tersebut. Ia berkata, ''Aku memutuskan untuk mengembalikan permata ini. Aku lebih menginginkan sesuatu yang Anda punya sehingga begitu mudah memberi batu permata ini padaku.'' Tapi wanita itu hanya tersenyum. Nyatanya ia hanyalah wanita tua yang hidup sendiri di satu rumah sederhana. Tapi, ternyata ia jauh labih kaya dari seorang yang memiliki batu permata, karena satu hal: ia punya hati yang memberi.

All that she had

Kita sudah sering mendengar kisah janda yang memberi persembahan dua peser di bait Allah ini. Meski tidak ditulis apakah janda itu mendengar ucapan Yesus atau tidak, tapi itu jelas satu pujian luar biasa. Siapa tidak bahagia jika Tuhan sendiri yang memuji persembahan kita? Namun, janda itu memberi persembahan bukan untuk dipuji siapapun. Ia memberi persembahan hanya karena ia ingin memberi dari apa yang ia punya (Luk.21:4). Orang yang meski miskin tapi punya hati memberi jauh kaya dari orang kaya yang tidak mau berbagi. Seringkali, tidak perlu menunggu seseorang kaya dulu untuk dapat melihat bagaimana sikapnya terhadap harta. Itulah juga cara Bapa melihat diri kita. Jadi, apakah kondisi kita saat ini masih pas-pasan atau berkecukupan, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak memberi. (RHSpirit)

MEMBERI ADALAH KARAKTER, BUKAN SEMATA KEMAMPUAN.

''Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.'' (II Korintus 8:12)

Tuhan Yesus Memberkati


Selasa, 15 Juni 2010

Allah Peduli

Seorang warga perancis yang bernama Charney telah membuat ketidaksenangan Napoleon, oleh sebab itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang diluar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya, Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya serta menulis kata-kata, ''Tak seorangpun peduli''.

Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara ditempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian diatas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, ''Allah peduli''.

Tulisan itu bukan sekedar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi ''tahanan itu''. Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok kearah sel dimana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah itu. Ratu berkata, ''Seorang yang mengasihi dengan sungguh-sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat.'' Sang ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya kerumahnya dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulian-Nya terhadap orang lemah.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat, kita sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita, ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah memperdulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan memperdulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak memperdulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya.

''Dan TUHAN berfirman: ''Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.'' (Keluaran 3:7-10)

Tuhan Yesus Memberkati

Senin, 14 Juni 2010

Hidup Dengan Menemukan Kehadiran Tuhan

"Karena Aku mengetahui segala rencana-Ku bagimu. Demikianlah firman TUHAN. Rencana-rencana itu untuk kebaikan, bukan untuk keburukan, untuk memberi kamu masa depan yg penuh pengharapan. Pada waktu itu, apabila kamu berdoa kepada-Ku, Aku akan mendengar. Apabila kamu mencari Aku dgn sungguh-sungguh, kamu akan menemukan Aku. "Ya, Aku akan membiarkan kamu menemukan Aku." (Yeremia 29:10-14a)

Kita mungkin pernah merasa tersembunyi dari Allah, atau bahkan kita sendiri yg mencoba menyembunyikan diri dr Tuhan. Daud berkata di dlm Mazmur 139, "Ya TUHAN, Engkau menyelami aku dan mengenal aku. Engkau tahu segala perbuatanku; dari jauh Engkau mengerti pikiranku..."

Allah selalu memperhatikan kita, sekalipun kita tidak memberi perhatian dgn kehadiran-Nya. Dimana pun kita berada, tidak peduli apa yang terjadi pada kita, tidak peduli kita berada dimana, kita tidak pernah sendirian. Dia ingin kita menemukan kehadiran-Nya di dalam hidup kita. Satu-satunya berkat melimpah dalam hidup kita adalah hak istimewa bahwa kita bisa mengenal Dia, memanggil Dia hari ini & menemukan-Nya melalui doa.
Allah mengasihi kita dan Allah yg memberi panggilan dan pilihan-Nya utk hidup kita. Karena Kasih Allah, kita bisa hidup bersama Dia. Masihkah kita berpikir kehidupan kita ini sebagai ungkapan keragu-raguan? Bahkan menjadikan hidup kita ini sebagai pilihan?

Tuhan Yesus Memberkati.

Ujian Kehidupan

Tidak semua banteng muda berhasil masuk ke arena adu banteng. Banteng-banteng dipilih dengan sangat teliti untuk memainkan bagian mereka dalam olahraga ini.

Salah satu test terakhir untuk seekor banteng muda berlangsung dalam arena adu banteng, jauh dari pandangan mata dan sorak-sorai kerumunan orang. Banteng yang di uji ini hanya dipanas-panasi oleh suatu target yang mengibas-ibaskan sebuah mantel tanpa lengan, suatu target yang sebenarnya adalah seorang picador yang menunggang seekor kuda yang berjalan perlahan. Setiap kali diserang, si picador menusuk banteng muda itu dengan sebatang tombak. Keberanian banteng itu dinilai dengan cermat berdasarkan berapa kali banteng itu mau melanjutkan serangan terhadap targetnya, walaupun dirinya mengalami sengatan rasa sakit akibat tusukan si picador. Banteng-banteng pengecut yang cepat berhenti di tengah jalan dan tidak mau melanjutkan serangannya lalu dikirim ke rumah pemotongan hewan.

Manusia mungkin secara harafiah memang tidak menjalani ''Tes Picador'' namun prinsip yang sama juga berlaku bagi kita. Ada kalanya kualitas kita di uji dengan merasakan sengatan kata-kata kasar, tusukan penolakan, hinaan, hardikan, atau berbagai tusukan kegagalan yang mungkin pernah kita alami. Orang-orang yang mudah menyerah adalah orang-orang yang belum pernah menyadari potensi penuh mereka untuk mencapai prestasi. Sebaliknya, orang-orang yang tahan menanggung sengatan kata-kata dan tindakan orang lain, tahan terhadap berbagai tusukan kegagalan dan yang terus maju mencapai sasaran, merekalah yang akan mencatat prestasi.

Bila ada hal-hal yang menyakitkan diijinkan terjadi dalam kehidupan kita, jangan mudah menyerah dan berputus asa, karena itu semua hanyalah bentuk ujian untuk mengetahui kualitas kita. Jadilah pribadi yang tangguh, pribadi yang berkualitas, supaya kita tidak dikirim ke tempat ''pemotongan hewan'' seperti banteng yang menyerah, namun biarlah kita terpilih menjadi pribadi yang layak untuk menerima mahkota kemenangan.

''Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.'' (Yakobus 1:3-4)

Tuhan Yesus Memberkati

Minggu, 13 Juni 2010

Saat-saat Yang Menopang Kita

Ketika kita menghadapi permasalahan hidup, apakah yang menjadi fokus utama kita? Masalahkah, pengaruhnya pada kita, atau efeknya terhadap orang lain? syair-syair dari Daud memberikan nasihat bagaimana mengikuti rencana Allah ketika kita tengah menghadapi masalah, yaitu dengan merenungkan berkat-berkatNya, memahami kehendakNya yang selalu baik dan sempurna bagi kita.

Perenungan, yaitu memfokuskan pikiran dan roh kita pada Tuhan, adalah disiplin yang amat penting didalam kehidupan orang percaya. Didalam mazmurnya, Daud tidak hanya mencurahkan segala kesulitannya kepada Tuhan, namun juga terus mengarahkan perhatiannya kepada Bapa. Inti dari perenungan Alkitab selalu Allah.

Keadaan yang kita alami dapat menjadi kesempatan yang berharga bagi kita untuk merenungkan keberadaan diri kita dalam perjalanan iman, persekutuan dengan Tuhan serta pembentukan karakter kita. Daud begitu merasakan persekutuan yang erat dengan Allah, sehingga nalurinya dalam menghadapi pengujian selalu dengan mencari pertolongan Tuhan dan kemenangan dari Tuhan. Ketika ia harus menghadapi Goliat, ia yakin bahwa Tuhan akan kembali menolongnya, sebagaimana yang pernah dilakukanNya dengan melepaskannya dari cakar singa dan beruang. (I Samuel 17:37). Kemudian ketika ia harus menghadapi bahaya lain, yaitu ancaman pembunuhan oleh Raja Saul dan pasukannya, Daud mencari perlindungan hanya kepada Tuhan, sebagai benteng dan tempat persembunyiannya (Mazmur 91:2).

Sumber utama bagi kita untuk melakukan perenungan adalah Firman Allah. Diseluruh halamannya, tergambar dengan jelas baik karakter Allah, karya, maupun rencanaNya. Jadi, bila kesulitan hidup menghampiri kita, gunakanlah itu sebagai kesempatan untuk merenungkan tentang Dia dan karyaNya bagi kita. Dari situlah kita mendapatkan kekuatan dan harapan untuk menopang kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Jumat, 11 Juni 2010

Jangan Abaikan Peringatan!

Bertahun-tahun silam, sekumpulan insinyur sipil pergi melihat sebuah bendungan di Pennsylvania yang mengendalikan air beberapa sungai yang mengalir turun menuju sebuah lembah. Khawatir akan apa yang mereka lihat, mereka pergi ke kota tepat di bawah bendungan dan melaporkan kepada para pejabatnya, ''Bendungan ini tidak aman, Penduduk kota anda dalam bahaya.''

Para pejabat itu berkata, '' Kalian hanya mencoba menakut-nakuti kami. Bendungan itu baik-baik saja. Kami sudah pernah mendengar ini sebelumnya.'' Musim gugur tahun itu, para insinyur kembali mengunjungi bendungan itu dan kembali lagi mengatakan, ''Kami memperingatkan kalian, kalian berada dalam bahaya setiap jam.''

Sekali lagi,orang-orang itu tertawa seolah-olah mengatakan, ''Coba saja takut-takuti kami.'' Di Musim panas, para insinyur itu sekali lagi pergi ke bendungan tersebut, dan sekali lagi mereka memperingatkan penduduk kota itu. Namun, tetap saja peringatan mereka di abaikan. Lima belas hari kemudian, seorang anak lelaki yang menuggang kuda melintasi lembah dengan kecepatan tinggi sambil berteriak-teriak, ''Lari selamatkan diri kalian! Bendungan hancur dan air akan datang melanda.'' Orang-orang hanya menertawai dia, yakin bahwa ia hanya mencoba menakut-nakuti mereka. Namun dalam beberapa menit, semburan air kotor melanda kota itu, dan dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, kota Johnstown menjadi puing-puing dan lebih dari 3.700 orang tewas.

Beberapa orang meresponi peringatan akan bahaya dengan sambil lalu, bersikap cuek, acuh dan bahkan menertawakannya. Namun bagi setiap kita anak-anak Tuhan, kita harus meresponi setiap peringatan yang diberikan Tuhan dengan baik dan bijaksana.

Baik itu peringatan yang kita terima melalui para hamba-hamba-Nya ataupun melalui berbagai peristiwa yang sedang terjadi didunia saat ini. Dunia ini sedang berada dalam bahaya, dunia akan lenyap dan barang siapa yang tidak mengindahkan dan mempersiapkan diri, akan turut lenyap dan binasa. Jadi jika saat ini, Tuhan telah memperingatkan kita semua, mari meresponi peringatan itu dengan hidup benar dan mempersiapkan diri, jangan menjadi orang bebal, karena orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

''Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.'' (Amsal 1: 32)

Tuhan Yesus Memberkati.

Apakah Doa Anda Keluar Garis?

Pernahkah anda memperhatikan murid-murid TK yang sedang belajar mewarnai gambar? Anak-anak itu umumnya menghadapi dua macam kesulitan.

Pertama, mereka sulit mencari warna yang cocok dengan gambarnya, dan kedua, seringkali mereka mencoret-coretkan pensil berwarna keluar dari garis batas gambar yang ada, sehingga hasilnya tidak bagus untuk dilihat(corang-moreng).

Tetapi ketika usia anak-anak itu bertambah dan semakin dewasa, dan kemampuan mereka juga makin berkembang, mereka dapat memilih warna yang cocok, dan hasil karyanya tidak lagi keluar dari garis batas yang ada pada gambar itu. Dengan demikian kita dapat melihat sebuah hasil karya yang bagus dan memuaskan.

Bukankah hal itu juga menggambarkan kehidupan doa dari kita para anak-anak Tuhan? Ketika kita masih anak-anak secara rohani, doa-doa kita sering tak terarah dan keluar dari garis kehendak Allah. Namun, ketika kerohanian kita makin bertumbuh dan menjadi semakin dewasa, kita dapat berdoa dengan baik sesuai dengan garis dan kehendak Allah, sehingga kehidupan doa kita menjadi kuat, indah, berkenan di hadapan Allah, dan berguna bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.

Karena itu, mari bertumbuh dan semakin dewasa di dalam Kristus, agar doa kita tidak lagi melenceng ke kanan dan ke kiri, namun sesuai dengan kehendak Allah, karena doa yang sesuai dan di dalam garis kehendak Allah, mempunyai kuasa dan manfaat yang sangat besar.

''Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.'' (Yakobus 4:3)

Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 08 Juni 2010

Kamu Belum Sampai Di Rumah

Dalam perjalanan pulang dari pelayanan sebagai misionari di Afrika, sepasang suami istri mendapati bahwa mereka berada dalam kapal yang sama dengan Presiden Teddy Roosevelt, yang sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah ekspedisi perburuan besar. Pasangan tersebut menyaksikan dengan takjub kemeriahan yang diberikan kepada Presiden dan rombongannya. Ketika kapal itu berlabuh di New York, sebuah band tengah menanti untuk menyambut dan sang walikota ada di sana untuk mengucapkan selamat datang kepadanya, dan berbagai surat kabar mengelu-elukan kepulangannya.

Sementara itu, pasangan misionari itu keluar diam-diam dari kapal dan menemukan sebuah aparteman murah. Mereka tidak memiliki uang pensiun, kesehatan mereka buruk, dan mereka merasa kecil hati dan takut. Si suami, khususnya, tampaknya tak habis pikir bagaimana sang Presiden menerima sorak-sorai seperti itu, sedangkan dekade-dekade pelayanan mereka berlalu tanpa perhatian maupun upah. Sambil tertunduk lesu, ia mengeluh pahit pada istrinya. '' Tuhan memperlakukan kita dengan tidak adil,''
Mengapa kamu tidak berdoa saja tentang hal itu?'' istrinya memberi saran.
Sang suami menuruti saran dari istrinya, dan mulailah dia berdoa mencari tahu jawaban Tuhan.

Tak berapa lama kemudian, si istri melihat perubahan dalam perilaku suaminya. Karena penasaran si istri segera bertanya kepada suaminya ''Apa yang telah terjadi, sehingga sikapmu kini berubah menjadi penuh sukacita?''
Dengan tersenyum, suaminya menjawab, ''Aku bertanya kepada Tuhan mengapa kepulangan kita dari melayani Dia, tidak mendapat sambutan sama sekali, dan Tuhan telah memberi penjelasan kepadaku tentang hal ini, Tuhan meletakkan tangan-Nya di bahuku dan hanya berkata, '' Tapi kamu belum sampai di rumah!''

Dunia ini bukanlah rumah kita, dunia ini bukanlah tempat tinggal kita, dan dunia ini bukanlah tempat perhentian kita. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sememtara bagi kita, karena rumah dan tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah di surga. Jadi jangan pernah kecewa dan berputus asa, kalau mungkin saat ini kita belum mendapat penghargaan dan sorak-sorai atas apa yang telah kita lakukan bagi Tuhan. Karena bila saatnya telah tiba, ketika kita berpulang ke surga, akan ada sorak-sorai dan penyambutan yang sesungguhnya bagi setiap kita yang dikasihi Tuhan.

''Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu mejauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.'' (1 Petrus 2:11)

Tuhan Yesus Memberkati

Tanggalkan Bebanmu

The Mysterious Island, sebuah novel karya Jules Verne, adalah kisah tentang lima pria yang melarikan diri dari sebuah kamp penjara Perang Sipil dengan membajak sebuah balon udara panas. Segera, mereka menyadari bahwa angin membawa mereka ke atas laut. Seiring berlalunya waktu, mereka melihat garis cakrawala menjauh dan menyadari bahwa mereka juga kehilangan ketinggian. Karena mereka tidak lagi dapat memanaskan udara dalam balon, mereka mulai melemparkan beberapa kelebihan berat. Sepatu-sepatu, mantel-mantel, dan senjata-senjata dibuang dengan berat hati, namun mereka gembira karena kini balon itu mulai naik. Tak berapa lama kemudian, mereka terancam bahaya karena kini balon udara mulai turun lagi dan mulai mendekati ombak dari lautan itu. Kini dengan berat hati mereka mulai melemparkan makanan. Bagi mereka, lebih baik melayang tinggi dan lapar! Daripada harus mati tercebur ke dalam ombak.

Namun setelah beberapa lama, kini untuk yang ketiga kalinya, balon itu mulai turun lagi dan kali ini salah satu dari mereka mengajukan usul untuk mengikat menjadi satu tali-tali yang menghubungkan balon itu ke keranjang di mana mereka naik, dan kemudian duduk di tali-tali itu dan memotong keranjang berat itu. Tak lama kemudian, tempat di mana mereka berpijak selama ini yaitu keranjang besar itu jatuh melayang, dan sekali lagi balon itu kembali naik. Tiba-tiba, mereka melihat sebuah daratan. Tanpa menunggu semenit pun, mereka melompat ke dalam air dan berenang ke sebuah pulau. Nyawa mereka selamat, bukan karena suatu tindakan kepahlawanan, namun karena mereka mengetahui apa yang membuat mereka dapat bertahan hidup.
Mereka mengetahui apa yang harus mereka lepaskan dan apa yang harus mereka pertahankan untuk dapat bertahan hidup.

Dalam kehidupan ini, seringkali kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang tampaknya sulit, sehingga membuat kita bingung dan frustasi. Kita memerlukan sebuah pedoman, suatu alasan yang kuat, supaya kita dapat menentukan pilihan dengan benar. Bila selama ini kehidupan kita tidak dapat membumbung tinggi ke atas langit kesuksesan mungkin hal itu dikarenakan banyaknya beban yang menghambat dan membebani kita sehingga hidup ini seolah-olah terasa begitu berat.
Hari ini, mari kita minta hikmat Tuhan, serahkan segala beban kita kepada Kristus, supaya kita dapat mengetahui dan memilih dengan benar apa saja dalam kehidupan kita yang perlu kita lepaskan untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik.

''Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menaggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.'' (Ibrani 12:1)

Tuhan Yesus Memberkati.

Jumat, 04 Juni 2010

Apakah Anda Sempurna?

Mungkin kita pernah mendengar seorang hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa bernama John Wesley. Namun tahukah anda, bahwa sebelum John Wesley memperoleh kesuksesan dalam pelayanannya, ada suatu peristiwa yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

Pada Tahun 1736, ketika berusia dua puluh enam tahun, John Wesley berlayar dari Inggris ke Georgia untuk berkhotbah kepada orang-orang Indian. Dua tahun kemudian, ia menulis di dalam buku hariannya. ''Aku pergi ke Amerika untuk mempertobatkan orang-orang Indian; tetapi oh Tuhan,...siapa yang akan mempertobatkan aku?'' Pengakuan Wesley yang jujur akan kelemahan imannya, akhirnya membawa dirinya pada pencarian spiritual. Tidak lama sesudah itu, ia mengikuti sebuah pertemuan di Aldersgate Street, London, suatu event di mana hatinya ''merasa hangat'' saat ia membuat komitmen baru di dalam hidupnya bagi Kristus. Baru setelah itulah Wesley sukses di dalam memimpin ribuan orang untuk menerima Kristus melalui khotbahnya yang energik dan tak kenal leleh itu.

Memang, sepanjang kita menganggap diri kita sempurna,benar atau kuat, kita tidak akan mencari-cari cara untuk bertumbuh atau berubah. Seringkali hanya saat kita benar-benar mengakui kepada diri sendiri akan kegagalan-kegagalan kita, barulah kita dapat melihat apa yang harus kita lakukan untuk mengubah jalan-jalan kita dan menjadi sukses.

Hanya saat kita mengakui bahwa kita lemah barulah kita dapat menempatkan diri kita pada posisi untuk memperoleh kekuatan, atau manerima pertolongan dari orang lain, dan terlebih lagi dari Tuhan. Dan hanya saat kita mengakui bahwa ada sesuatu yang tidak beres barulah kita dapat mundur dan memutuskan apa yang tidak beres itu, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana cara memperbaikinya. Jadi, jangan pernah menganggap bahwa diri kita sudah sempurna, dan apa yang kita kerjakan sudah sempurna, karena justru pada saat kita menganggap diri kita sudah sempurna, maka pada saat itulah kemunduran akan terjadi dalam hidup kita.

''Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ''Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. ''Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.'' (II Korintus 12:9)

Tuhan Yesus Memberkati

Rabu, 02 Juni 2010

Doa Sesuai Kehendak-NYA

Salah satu kerugian yang terbesar bagi umat Kristen ialah doa yang tak berguna dan tak ada artinya. Kita selalu berdoa minta perkara-perkara yang Tuhan telah janjikan. Seharusnya kita berterimakasih untuk segala perkara yang Dia sudah nyatakan akan dilakukan-Nya bagi kita.

Alkitab adalah suatu buku ajaib yang berisi ribuan janji Allah. Ibaratkan saja setiap janji itu berupa cek yang telah ditandatangani Allah. Janganlah meminta Tuhan untuk menepati janji-Nya seolah-olah Ia tak mau memenuhinya dan kita memaksa Dia berbuat demikian. Sebaliknya isilah cek yang belum tertulis rincian kebutuhan tadi dengan Iman, percayalah dan kemudian bersyukurlah kepada-Nya untuk jawaban yang sedang diperjalanan itu! Jangan meminta lagi agar Tuhan memenuhi janji-Nya. Dia pasti memenuhinya! Dia bukan Allah yang pembohong! Ingat akan Firman-Nya yang berbunyi: ''Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?'' (Bilangan 23:19)

Berdoalah saja sesuai kehendak-Nya, dan pujilah Dia untuk berkat yang telah disediakan-Nya. Kita harus yakin bahwa permohonan kita sudah dijawab, hanya tunggu kiriman itu tiba ditangan kita. Sesuai dengan janji-Nya: ''Mintalah, maka akan diberikan kepadamu......''
Ucapkan syukur kepada-Nya atas jawaban itu, yakinlah dan tak usah gelisah lagi! Hanya imanlah yang dapat menyebabkan kuasa Allah bekerja, bukan doa yang sia-sia tanpa iman.

''Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, Jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.'' (1 Yohanes 5:14)

Tuhan Yesus Memberkati

Selasa, 01 Juni 2010

Mengalihkan Perhatian

Saat ini laptop bermanfaat bagi para mahasiswa dalam berbagai hal, namun kadangkala laptop pun dapat menghalangi proses belajar: laptop dapat mengalihkan perhatian para mahasiswa selama perkuliahan. Karena para mahasiswa membuat catatan di laptop, mereka mengaktifkannya di meja selama kuliah berlangsung. Permasalahannya adalah selain menggunakan laptop untuk membuat catatan kuliah, mereka juga memakainya untuk mengirimkan pesan ke teman-teman mereka, mengunjungi situs Facebook, atau melihat berbagai hal di internet yang lebih menarik daripada mengikuti kuliah. Laptop kehilangan nilainya di lingkungan pembelajaran, jika laptop ini menjadi pengalih perhatian, bahkan meskipun mahasiswa melakukan hal bersifat positif.

Hal-hal bagus pun demikian. Hal yg bermanfaat dapat mengalihkan perhatian kita dari hal yang seharusnya kita perhatikan. Ini dialami oleh Marta.
Lukas 10:40 mengatakan bahwa Marta "sibuk sekali melayani." Hal ini mengalihkan perhatiannya untuk menyediakan waktu bersama Yesus. Dengan cara yg sama, hobi yg baik pun dapat bermanfaat. Namun, jika hobi ini mengalihkan perhatian kita dari tanggung jawab terhadap keluarga atau hubungan dengan Allah, sejumlah perubahan perlu dilakukan.

Apakah pilihan-pilihan hidup yang bagus mengalihkan perhatian kita dari prioritas utama kita? Seperti yang dikatakan Yesus kepada Marta, lakukanlah apa "yang perlu dilakukan."
Mari kita meminta pertolongan kepad Tuhan, agar kita bisa melakukan prioritas-prioritas yg benar. Agar kita terlebih dulu mengutamakan Tuhan. Agar Tuhan memberikan kpd kita kepekaan dan kesediaan untuk menaati-Nya hari lepas hari. Karena kita diciptakan untuk memuliakan Allah.

Tuhan Yesus Memberkati.